Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2009

Ternyata aku anak kreatif ya? Ngga tau nih.

Beberapa orang kreatif itu memang juga sekaligus gila, tapi tentu tidak semuanya. Rasanya kita tahu beberapa kisah mengenai tokoh-tokoh kreatif yang sebenarnya baik-baik saja, tapi pada awal karirnya dikira kurang waras atau pada masa kecilnya malah dianggap agak idiot. Hingga kini, bahkan ekspresi kekaguman kita terhadap manusia semacam ini berbentuk gelengan kepala yang menunjukkan sejumput rasa tidak percaya dan tidak mengerti. Apa yang membuat kita sulit sekali untuk memahami mereka? Menurut Mihaly Csikszentmihalyi, seorang pakar kreativitas yang telah 30 tahun meneliti kehidupan orang-orang kreatif, kesalahpahaman dalam menghadapi mereka sering timbul karena pada dasarnya individu yang kreatif memang memiliki kepribadian yang lebih kompleks dibanding orang lain. Jika kepribadian manusia biasa pada umumnya memiliki kecenderungan ke arah tertentu, maka kepribadian orang kreatif terdiri dari sifat-sifat berlawanan yang terus-menerus 'bertarung', tapi di sisi lain juga hidup berdampingan dalam satu tubuh.

Apa saja sifat-sifat kontradiktif mereka?

1. Orang-orang kreatif memiliki tingkat energi yang tinggi, tapi mereka juga membutuhkan waktu lama untuk beristirahat. Mereka tahan berkonsentrasi dalam waktu yang lama tanpa merasa jenuh, lapar, atau gatal-gatal karena belum mandi. Tapi begitu sudah selesai, mereka juga bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengisi ulang tenaga mereka; Di mata orang luar, mereka jadi terlihat seperti orang termalas di dunia.

2. Orang-orang kreatif pada umumnya juga cerdas, tapi di sisi lain mereka tidak segan-segan untuk berpikir ala orang goblok dalam memandang persoalan.

3. Orang-orang kreatif adalah orang yang playful, tapi mereka juga penuh disiplin dan ketekunan. Tidak seperti dewasa lainnya yang melihat dunia dengan kacamata super-serius, orang-orang kreatif memandang bidang peminatan mereka seperti taman ria. Mereka melakukan pekerjaannya dengan begitu antusias sehingga terkesan seperti sedang bermain-main, padahal sebenarnya mereka juga bekerja keras mewujudkan 'mainannya'.

4. Pikiran orang-orang kreatif selalu penuh imajinasi dan fantasi, tapi mereka juga tak lupa untuk tetap kembali ke realitas. Mereka mampu menelurkan ide-ide gila yang belum pernah tercetus oleh 6 milyar manusia lain, tapi yang membuat mereka bukan sekedar pemimpi di siang bolong adalah usaha mereka untuk menjembatani dunia khayalan mereka dengan kenyataan sehingga orang lain bisa ikut mengerti dan menikmatinya.

5. Orang-orang kreatif cenderung bersifat introvert dan ekstrovert. Pada kebanyakan orang lain, biasanya ada satu sifat yang cenderung lebih mendominasi perilakunya sehari-hari, tapi kedua sifat itu tampaknya muncul dalam porsi yang setara pada orang-orang kreatif. Mereka sangat menikmati baik pergaulan dengan orang lain (terutama dengan orang-orang kreatif lain yang sehobi) maupun kesendirian total ketika mengerjakan sesuatu.

6. Orang-orang kreatif biasanya rendah hati, namun juga bangga akan pencapaiannya. Mereka sadar bahwa ide-ide mereka tidak muncul begitu saja, melainkan hasil olahan inspirasi dan pengetahuan yang diperoleh dari lingkungan dan tokoh-tokoh kreatif yang menjadi panutan mereka. Mereka juga terfokus pada rencana masa depan atau pekerjaan saat ini sehingga prestasi di masa lalu tidak sebegitu berartinya bagi mereka.

7. Orang-orang kreatif adalah androgini; Mereka mendobrak batas-batas yang kaku dari stereotipe gender mereka. Laki-laki yang kreatif biasanya lebih sensitif dan kurang agresif dibanding laki-laki lain yang tidak begitu kreatif, sementara perempuan yang kreatif juga lebih dominan dan 'keras' dibanding perempuan pada umumnya.

8. Orang-orang kreatif adalah pemberontak, tapi pada saat yang sama mereka tetap menghargai tradisi lama. Tentu sulit menyematkan nilai kreativitas pada sebuah teori atau karya yang tidak mengandung sesuatu yang baru, tapi orang-orang kreatif tidak ingin membuat sesuatu yang sekedar berbeda dari yang sudah ada; Ada unsur 'perbaikan' atau 'peningkatan' yang harus dipenuhi, dan itu hanya bisa dilakukan setelah orang-orang kreatif cukup memahami aturan-aturan dasarnya untuk bisa menerabasnya.

9. Orang-orang kreatif sangat bersemangat mendalami pekerjaannya, tapi mereka juga bisa sangat obyektif menilai hasilnya. Tanpa hasrat yang menggebu-gebu, mereka mungkin sudah menyerah sebelum sempat mewujudkan ide kreatif mereka yang sulit dinyatakan, tapi mereka juga tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar hebat tanpa kemampuan untuk mengkritik diri dan karya sendiri habis-habisan.

10. Orang-orang kreatif pada umumnya lebih terbuka terhadap hal-hal baru dan sensitif pada lingkungan. Sifat ini menyenangkan mereka (karena mendukung proses kreatif), tapi juga membuat mereka sering gelisah -bahkan menderita. Sesuatu yang tidak beres di sekitar mereka, kritik dan cemooh terhadap hasil karya, atau pencapaian yang tidak dihargai sebagaimana mestinya, hal-hal ini mengganggu orang kreatif lebih dari orang biasa. Ketimbang terpaku sejak awal pada satu macam penyelesaian ('cara yang benar'), mereka memulai pemecahan masalah dengan berpikir divergen: Mengeluarkan sebanyak mungkin dan seberagam mungkin ide yang terpikir, tak peduli betapa bodoh kedengarannya.

'

Sumber : http://ngerumpi.com/baca/2009/08/13/sepuluh-kepribadian-ganda-orang-orang-kreatif-copas-nih.html


Soalnya kesepuluhnya kumiliki... Kikikik~

Kamis, 29 Oktober 2009

Eh? A New Friends!!!

Akhirnya kita kedatangan orang2 baru dari matematika AITMO (Asia Inter-cities Teenagers MAthematics Olympiad) ya seenis IWYMIC gitulah. Dengan para peserta sbb :
- Gusnadi Wiyoga
- Muhammad Rizky SIAPA GITU
- Nixie Sapphira Lesmana
- Yohanes SIAPA GITU

(hasil kerjaan yoga nih.)

ya begitulah, nixie sekamar sama wa dan sisanya cowo (?) bertiga ditaro di paviliun kak agus.

sampai saat ini laporannya cuma segitu...

Senin, 26 Oktober 2009

YaY! Happy! Happy!

Yay! Happy! Wa hari ini udah mulai baikan setelah sebelumnya sakit sejak hari selasa kemaren. Eew...
Ini pun karena susah payah wa pake POK-PING di kepala dan perut sehingga malamnya menyebabkan wa ga bisa tidur karen sakit perut...
... dan berangsur sembuh.

Kemudian ralat! Yang datang bukan tim pak masno tapi anak2 matematik yang dapet medali emas mau dilombain di filipina. Pelatihannya disatuin sama kita2... Asyiiikkkk!!! dan wa sekamar sama salah satu cewek yang bernama NIXIE si peri air (anak KB). yang lain taunya cuma yoga 8 jogja.

Tadi pagi belajar forensik. Wa dibilangin pemales sama pak ADP. Haduuh~ -.-; (meskipun ada benernya tapi tetap saja kejhammmmm!)

YaY! Tinggal 35 hari lagi nih wa mau berangkat,,,, doain yah...
(meskipun ga ad yang baca setidaknya wa bisa bedoa kok! Chaaww`)

YaY! Wa belum minum obat nih! Tatah fo nah!!!!

Jumat, 16 Oktober 2009

Kutu dan Anak Baru!

Tunggu... Jangan menyamakan keduanya! Keduanya adalah hal yang tidak berhubungan dan akan dijelaskan dalam poin berikut*halah*

KUTU
Kutu adalah makhluk menjengkelkan yang... ... menyerang anak2 IJSO tahun ini, SEMUANYA! Kasus ini dimulai dengan adanya telur ini di rambut Shizuka, ketahuan pas nonton naruto. Akhirnya wa dan kawan2 membantu shizuka...
... dalam mencari kutu.
Akhirnya, daripada bingung Miss James pun membelikan kami berbotol-botol peditox. Yah, wa berbagi dengan punya SHizuka.
Karena cuma wa yang pandai pake peditox, wa pun memakaikan peditox kepada mereka semua. Tapi, akhirnya yang pake cuma wa dan shizuka doank soalnya yang lain udah pada tidur. Wa dan shizuka khawatir kalo terjangkit lagi dari mereka *halah*
Akhirnya wa dan shizuka tidur jam 1 tadi malam.
Hmm... Mereka harus segera memakai peditox paling lambat besok, kalo gak mau nularin orang-orang di bioskop. Kata miss james wa dkk mau ke Braga buat nonton final destination 4. Karena wa cs semuanya memiliki kutu (minimal telur lah..) kita diwajibin pake peditox. Batal deh rencana mau nularin kutu-kutu kepada para penonton bioskop... Kasian wa dkk...
Kutu yang imut dan gemuk itu harus di PITES!!!
JOIN ANTI LICE REVOLUTION~!
What A New Comer!!
Karena kedatangan pak masno ginting beberapa hari yang lalu, guest teamnya pak masno (gosipnya!) bakal disatuin sama kita2 nih pelatihannya... Aduh. Ada 3 cwo dan 1 cwe.
King of Rabbit dan Bing Sen digusur, pindah ke paviliun agoes. Yang cewe, di kamar Tiwul dan Cici Ahia karena kamar wa n Shizuka terlalu ANCUR buat ditempati manusia. (wa kan alien, Shizuka adalah makhluk dari planet bakpao pucica *gubrak*).
Wa dkk sih jadi lumayan keder kedatengan temen baru.
Hope they're funny!!! (dan tahan ribut...........)

Prof. Freddy P. Zen : Profile

Sudah biasa jika seorang fisikawan adalah seorang atheis. Tapi lain halnya dengan Freddy Permana Zen, fisikawan Indonesia ini justru mengaku semakin lama mendalami fisika ia semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Aula Universitas Kyoto dipenuhi para Fisikawan. Suasana hening karena Stephen Hawking, sang mahaguru fisika asal Inggris, sedang memberikan ceramah. Hawking menjelaskan bahwa alam semesta terbentuk dengan spontan akibat fluktuasi quantum. Mendengar uraian Hawking semua orang terdiam, tapi tidak dengan Fredy. Ia justru mempertanyakan pendapat Hawking itu dan meminta buktinya, karena menurutnya alam semesta ini ada yang menciptakan. Ternyata Hawking hanya diam, tidak dapat menjawab. “Audiens yang lain sih diam aja, mereka kan nggak peduli dengan agama” ujar pria kelahiran Pangkalpinang, 1 Maret 1961 ini. Freddy memang selalu mengaitkan fisika dengan agama, “agama dan fisika itu tidak bisa dipisahkan sama sekali, kalau dipisahkan pasti keliru” ujarnya.

Suka Fisika Karena Orang Tua
Kecintaan Freddy kepada fisika mulai tumbuh sejak kecil. Ketika itu orangtuanya sering memberikan buku-buku cerita mengenai para tokoh dunia, diantaranya Einstein, fisikawan terkenal dunia, dan BJ. Habibi, yang saat itu mulai terkenal dengan prestasinya dibidang teknologi pesawat terbang. Para tokoh itu membuat Freddy mulai tertarik dengan fisika sehingga di sekolah menjadi pelajaran favoritnya.
Ketika kelas tiga SMA ia dan keluarganya pindah ke Jogjakarta. Di kota ini ketertarikan Freddy kepada dunia fisika semakin menjadi. Setiap pulang sekolah Freddy selalu menyempatkan diri mampir ke toko buku loakan. Buku yang paling sering ia cari adalah buku fisika.
Karena ketertarikannya pada fisika, ketika mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, Freddy memilih tiga jurusan fisika di tiga universitas berbeda, “kalau tidak lulus tiga-tiganya, ya sudah saya nggak kuliah”, ujar anak dari pasangan M. Yusuf Zen dan Sumarsilah ini enteng. Tapi kemudian ia diterima di ITB, impiannya untuk belajar fisika dengan lebih dalampun tercapai.
Menginjak tahun kedua, Freddy memutuskan untuk menikah dengan Rini S. Somad. Setahun kemudian ia dikarunia anak pertama, Andalucya S. Zen. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga ia memberikan les privat. Walau begitu jenjang S.1 dilewatinya dengan lancar hingga lulus pada bulan Oktober 1985, ”Saat itu saya sering menatap wajah anak saya, kehadirannya semakin mendorong saya untuk belajar sungguh-sungguh agar lulus cepat” kenangnya. Ia melanjutkan belajar fisika ke jenjang S.2, masih di ITB dan lulus pada bulan Oktober tiga tahun kemudian dengan tesis Open Bosonic String Theories and the Desceription of the Particles.
Tak lama setelah menyabet gelar S.2-nya, Freddy ditawari beasiswa S.3 ke Jepang. Tanpa pikir panjang ia ambil kesempatan emas itu, dan berangkatlah ia ke negeri matahari terbit itu. Sesampainya di negeri Sakura, Freddy malah ditawari untuk mengambil S.2 lagi. Karena ingin belajar dan melakukan penelitian lebih lama, iapun kembali mengambil S.2 fisika di Hiroshima University.
Ada satu pengalaman menarik keika ia pertama kali bertemu dengan supervisiornya, Prof. Kazuo Fujikawa. Awal bertemu sang profesor tidak begitu yakin dengan kemampuan dan keseriusan Freddy, alasannya karena ia dari Indonesia, muslim pula. “Orang Indonesia memang dipandang sebelah mata dalam ilmu pengetahuan, apalagi fisika teori”, ujar mantan ketua Indonesian Student Association in Japan ini. Di pertemun pertamanya itu sang profesor memberikan tugas kepada Freddy, iapun mengerjakan tugas itu dengan baik, setelah itu barulah sang profesor mempercayai kemampuan dan keseriusan Freddy.
Maret 1991 ayah dua anak ini menyelesaikan S.2-nya, kemudian melanjutkan ke jenjang S.3 di universitas yang sama dan lulus pada bulan Maret tiga tahun kemudian dengan disertasi “Gravitasional Scattering in (2+1)-Dimensional Quantum Gravity”.
Kini Freddy mengabdi di almamaternya, Departemen Fisika ITB sebagai dosen. Disamping itu ia juga sering diundang untuk mengisi pelatihan fisika, baik untuk pelajar maupun untuk pengajar fisika. Dalam pelatihan itu Freddy berusaha menjadikan fisika menarik bagi para pelajar dan para pengajar dapat mengajar fisika dengan metode yang menyenangkan, “selama ini fisika diajarkan terlalu teoritis, padahal fisika itu sangat dekat dengan kehidupan, jadi seharusnya banyak dikaitkan dengan fenomena sehari-hari agar anak didik tertarik mempelajari fisika”, ia menjelaskan panjang lebar. Harapannya fisika menjadi ilmu yang banyak diminati dan mudah dipelajari.
Kepada anak-anaknya ia juga seringkali menggunakan pendekatan fisika dalam mengenalkan Allah. Umpamanya ia menjelaskan mengenai bagaimana pohon tumbuh, sementara manusia hanya menyiramnya, tapi kemudian pohon itu dapat tumbuh dengan bagus, padahal manusia tidak pernah mengatur bentuknya, yang mengatur itu Allah, “Anak-anak justru lebih mudah menerima yang seperti itu” ujar bapak dua anak ini. Yang menarik, walaupun Freddy sangat menggilai fisika tapi dari kedua anaknya, tidak ada satupun yang memilih dunia fisika. Oleh karena itulah ia berpesan pada anak-anaknya agar mereka minimal menyumbang satu orang cucu yang memilih fisika, “Karena saya punya buku-buku fisika banyak, sayang kalau tidak ada yang meneruskan” ujar anak kelima dari sembilan bersaudara ini sambil tersenyum.

Fisikawan Sarat Prestasi
Freddy adalah fisikawan langka di Indonesia. Karena dari sedikit fisikawan yang dimiliki negeri ini tidak semua konsisten menekuni fisika, kebanyakan sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Lain halnya dengan Freddy, ia tetap konsisten menggeluti fisika dan melakukan penelitian-penelitian. Tak heran jika kini ia telah menulis seratusan lebih artikel mengenai fisika teori yang dimuat di berbagai jurnal internasional. Menurutnya, dari seluruh artikel yang telah ia tulis, yang paling berkesan adalah artikel pertamanya yang berjudul “University of the Matrix Model Approach to 2-Dimensional Quantum Gravity” yang dimuat di Modern Physics Letters pada tahun 1991. Berkesan karena tulisan ilmiahnya itu adalah tugas pertama dari profesor Fujikawa. Disamping itu penyelesaian artikel itupun lumayan seru. Setelah berkali-kali melakukan percobaan, hasilnya selalu salah. Setelah melalui perenungan barulah ia ingat bahwa ia pernah membuang satu suku kecil. Dan ternyata memang suku kecil itulah yang membuat peneltiannya selalu salah. “Makannya kita jangan meremehkan hal-hal kecil dan harus kerja keras dan do’a”, ujar suami Rini S. Somad ini.
Ia juga telah menulis dua buah buku mengenai fisika teori, “Selected Topics in Theoretical Physics: Two Dimensional Quantum Gravity and Conformal Field Theory” dan “Superstring Theory, D-Brane and Cosmology”.
Karena prestasinya di bidang fisika teori, Freddy telah mendapatkan beberapa penghargaan, diantaranya Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI pada tahun 2003, Science Research and Innovation Award dari Universitas Putra Malaysia tahun 2005 dan Habibie Award pada tahun 2006.
Menurut Freddy, semua prestasi yang telah ia raih bukanlah semata hasil kerja kerasnya. Banyak pihak lain yang sangat berperan, diantaranya adalah orang tua dan guru-gurunya, karena menurutnya “tanpa mereka kita tidak bisa apa-apa”. Allah juga sangat berperan bagi Freddy, “karena saya muslim dari awal saya percaya sama Allah” ucapnya dengan tegas.

Makin Tinggi Ilmu Makin Percaya Tuhan
Menurut Freddy, dengan mempelajari fisika lebih dalam ia semakin mempercayai keberadaan Tuhan. Misalnya penemuan chip komputer. “Teknologi itu kan harus benar-benar dengan ukurannya, koma-komanya saja harus persis, sedikit saja berbeda itu sudah nggak jadi dan itu sesuai dengan ayat yang menyatakan bahwa Allah menciptakan dunia ini dengan ukuran dan timbangannya,” Freddy menjelaskan. Disamping itu menurut Freddy, hal-hal rumit di dunia ini tidak mungkin ada dengan sendirinya, ia pasti ada yang menciptakan, dan yang menciptakan itu harus yang Maha Pintar. “Orang yang bikin robot yang menyerupai manusia saja sudah dikagumi. Ini yang menciptakan manusianya sendiri harusnya jauh lebih dikagumi” ia berargumen.
Oleh karena itulah kepada mahasiswanya ia mengarahkan agar dengan mempelajari fisika mereka lebih dekat dengan Tuhannya. “Itu sudah kewajiban saya, justru kalau belajar fisika tidak dikaitkan dengan agama itu salah. Dampaknya orang bisa jadi atheis” Fredyy menjelaskan.
Dalam mempelajari fisika, Freddy mempunyai satu prinsip bahwa kalau penemuan fisika itu bertentangan dengan al-quran, maka itu mesti salah. “Ini saya pegang dari dulu, buktinya sudah banyak” ia berargumen.
Sekalipun Freddy hobi fisika, tapi idolanya bukan Einstein, Hawkings, Newton, atau para fisikawan hebat lainnya, “idola saya nabi Muhammad saw, kalau tokoh fisika semuanya sama saja, mereka manusia biasa, pasti punya salah juga” ujar lelaki murah senyum ini.
Ke depan ia bercita-cita mendirikan sebuah lembaga penelitian di bidang fisika. Tapi ia mengaku hal itu cukup sulit untuk diwujudkan. “Sekarang ini negara juga kurang peduli terhadap ilmu”, Anggota Group Fisikawan Teoritis Indonesia ini beralasan. Padahal menurutnya bangsa Indonesia mampu bersaing dengan bangsa lainnya dalam bidang ilmu pengetahuan, masalahnya hanya tinggal dana. Padahal untuk menjalankan lembaga penelitian fisika yang dicita-citakannya ia ‘hanya’ memerlukan dana sebesar 1,2 Milyar pertahun, “berarti 10 tahun cuma 12 M” ujarnya, “Selama itu mungkin bisa ada yang dapat hadiah nobel” mantan Asisten Deputi di Departemen Riset dan Teknologi ini menjelaskan. (Dwi Budiman/Suara Hidayatullah)

Sumber :http://dwisri.multiply.com/journal/item/2

Jumat, 02 Oktober 2009

Rombak Abis!

Akhirnya kursi baru dibuat dengan susunan :
Kelompok 1 ---- Aku, King of Rabbit, Bing sen
Kelompok 2 ---- Cici Ahia, Shizuka, Tiwul.

Mari bekerja dengan teman baru, serta koalisi negara yang lebih adil! Maju!!!

Jumat, 11 September 2009

Laporan Negeri 50 x 40 cm!

Cerita ini tentang negeri kecil (maksudnya work deskku) yang seukuran work desk biasa yang dibagi dua, dengan King of Rabbit.
Awalnya aku mendapatkan hampir semua bagian dari meja itu , dan King of Rabbit berbagi daerah kekuasaan dengan teman baiknya, Shizuka. Tapi, King of Rabbit menggugat teritoriku dan aku memilih untuk mengalah saja, seperti 2 bulan yang lalu (yay, aku memang salah mengambil teritori dia dan aku pun bermaksud untuk membagi teritoriku dengan King of Rabbit, tetapi dia bahkan tidak menyentuh sedikit pun teritori yang telah kubagi dan dibatasi dengan selotip putih!)
Dan daerah itu kuambil. (Selotipnya pun dicopot diganti dengan buku portofolio yang lumayan besar, jaga-jaga kalau King of Rabbit melengserkanku! ).
Hanya sebulan tenang dengan teritori lamaku, King of Rabbit kembali menggeser kursiku karena aku selalu mendorong meja ke depan saat duduk. King of Rabbit kesal, tapi itu bukannya nggak beralasan sih... Memang aku yang salah! Aku memilih untuk mengalah (lagi!) dan menaruh buku-buku kuliah di bawah meja. T.T. Repot, jadi nggak bisa sandaran ke tembok.

Kabar berita negara2 dunia IJSO saat ini adalah :
  • Negara kongsi King of Rabbit dengan Shizuka jauh lebih besar daripada negaraku, Sachi.
  • King of Rabbit memiliki daerah lebih dari daerah yang ditetapkan Sang Diktator, yaitu 1/3
  • Negaraku hanya sebesar 40 x 50 cm dengan tambahan 1 laci + 1 locker
  • Negara Cici Ahia dengan Tiwul berbentuk serikat karena Bing Sen menguasai 9/20 work desk mereka
  • Ruangan dimana anak2 IJSO belajar bisa dibilang ANCURR...
Kagak penting sih ne cerita, cuma mau nyeritain tokoh2 utama doank...